BYD Siap Bangun Tiga Pabrik Mobil dan Satu Pabrik Baterai di Eropa

BYD Siap Bangun Tiga Pabrik Mobil dan Satu Pabrik Baterai di Eropa
BYD Siap Bangun Tiga Pabrik Mobil dan Satu Pabrik Baterai di Eropa

PINDAIINDONESIA.COM — BYD berencana membangun tiga pabrik perakitan kendaraan dan satu pabrik baterai di Eropa sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran di pasar luar negeri. Rencana ini diungkapkan penasihat operasional BYD untuk Eropa, Alfredo Altavilla, yang menyebut keputusan lokasi pabrik kedua bakal diambil sebelum akhir tahun. Pabrik perakitan BYD di Szeged, Hungaria, ditargetkan mulai produksi massal pada November atau Desember dengan kapasitas hingga 200.000 unit per tahun.

Produsen mobil listrik asal China, BYD, tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di pasar Eropa. Perusahaan ini berencana mendirikan tiga fasilitas perakitan kendaraan plus satu pabrik baterai khusus untuk kendaraan listrik di Benua Biru.

Rencana tersebut disampaikan Alfredo Altavilla, penasihat operasional BYD untuk Eropa yang sebelumnya berkarier di Fiat Chrysler. Ia menyatakan BYD sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah produsen mobil dan pemerintah di Spanyol, Prancis, serta Italia untuk mencari lokasi pabrik tambahan.

Pabrik di Hungaria Mulai Produksi Akhir Tahun

Fasilitas perakitan BYD di Szeged, Hungaria, baru saja rampung dibangun dan sudah memasuki tahap produksi percobaan. Pabrik ini dirancang mampu memproduksi hingga 200.000 kendaraan setiap tahun.

Produksi massal di Szeged dijadwalkan berjalan pada November atau Desember mendatang. Altavilla menegaskan BYD ingin memutuskan lokasi pabrik kedua sebelum tutup tahun, lalu menentukan prioritas berikutnya: pabrik ketiga atau fasilitas baterai lokal.

"Dalam jangka panjang, kami akan membutuhkan tiga pabrik perakitan dan satu pabrik baterai," ujar Altavilla kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa pencapaian target volume penjualan sekaligus kepatuhan terhadap regulasi Eropa menjadi alasan utama di balik kebutuhan empat fasilitas tersebut.

Strategi Akuisisi Pabrik yang Kurang Termanfaatkan

Alih-alih membangun semuanya dari nol, BYD membuka opsi mengakuisisi pabrik milik produsen lain yang belum beroperasi optimal. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan biaya investasi.

Langkah serupa sebenarnya sempat direncanakan di Manisa, Turki. BYD pada 2024 mengumumkan pabrik berkapasitas 150.000 unit per tahun di sana dengan target produksi akhir 2026, namun proyek tersebut kini ditunda tanpa batas waktu.

Penundaan di Turki membuat fokus BYD bergeser ke Eropa Barat dan Tengah. Negosiasi dengan pemerintah setempat di tiga negara disebut Altavilla masih berlangsung intensif.

Penjualan Domestik Turun, Pasar Luar Negeri Melonjak

Ekspansi agresif ini tidak lepas dari tren penjualan BYD di dalam negeri yang justru melemah. Sepanjang tahun ini, penjualan BYD di China turun 32,7 persen menjadi 1,505 juta unit.

Sebaliknya, pengiriman ke pasar internasional melesat tajam. BYD menargetkan penjualan 1,9 juta hingga 2,0 juta kendaraan di luar China hingga akhir 2026.

Ketimpangan itu menjelaskan mengapa Eropa menjadi prioritas utama. Pasar Eropa dinilai punya daya beli tinggi sekaligus kerangka regulasi yang mendorong transisi ke kendaraan listrik.

Bagi konsumen Indonesia, rencana ini belum berdampak langsung pada harga atau ketersediaan model lokal. Namun ekspansi global BYD berpotensi memperkuat skala produksi perusahaan, yang dalam jangka panjang bisa memengaruhi strategi penetapan harga di berbagai pasar termasuk Asia Tenggara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index