Ilmuwan Kembangkan Metode Baru untuk Membaca Gulungan Kuno yang Hangus

Ilmuwan Kembangkan Metode Baru untuk Membaca Gulungan Kuno yang Hangus

PINDAIINDONESIA.COM — Peneliti menemukan cara memindai gulungan papirus Herculaneum yang hangus akibat letusan Vesuvius tanpa perlu membukanya secara fisik. Metode ini memungkinkan penentuan gulungan mana yang paling menjanjikan untuk dianalisis lebih lanjut, membuka peluang mengungkap teks filsafat Yunani kuno yang selama ini dianggap mustahil dibaca.

Tim peneliti menciptakan model gulungan papirus kontemporer yang dibakar menyerupai gulungan asli, lalu memvalidasi metode penyaringan untuk menentukan gulungan mana yang ditulis dengan tinta berbasis timbal. Gulungan dengan tinta timbal dinilai paling menjanjikan untuk dianalisis lebih lanjut. Proses ini dijelaskan dalam makalah baru yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE.

Bahkan pemindai XRF genggam dinilai cukup untuk menentukan sebagian besar gulungan yang paling potensial. Temuan ini menjadi dorongan tambahan bagi Vesuvius Challenge, proyek yang menggabungkan "pembukaan digital" dengan pembelajaran mesin berbasis partisipasi publik untuk menguraikan gulungan Herculaneum.

Letusan Vesuvius dan Kota Herculaneum

Kota resor Romawi kuno Pompeii bukan satu-satunya yang hancur dalam letusan dahsyat Gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Beberapa kota lain di sekitarnya, termasuk wilayah kaya Herculaneum, dilalap awan gas panas yang disebut pulsa dan aliran piroklastik.

Meski demikian, sebagian kekayaan Romawi masih bertahan. Sebuah kediaman megah di Herculaneum—diduga pernah dimiliki seorang bernama Piso—menyimpan ratusan gulungan papirus tak ternilai yang hangus menjadi karbon akibat gas vulkanik.

Gulungan Terkubur Selama Ribuan Tahun

Gulungan-gulungan itu tetap terkubur di bawah lumpur vulkanik hingga akhirnya digali pada abad ke-18. Penemuan terjadi di satu ruangan yang diyakini arkeolog sebagai perpustakaan pribadi seorang filsuf Epikurean bernama Philodemus.

Sejumlah fragmen yang berhasil dibuka membantu para sarjana mengidentifikasi berbagai teks filsafat Yunani. Di antaranya On Nature karya Epikurus dan beberapa karya Philodemus sendiri, serta sejumlah karya berbahasa Latin.

Namun lebih dari 600 gulungan yang masih tergulung kondisinya sangat rapuh. Selama ini diyakini gulungan-gulungan tersebut tidak akan pernah bisa dibaca, karena sentuhan sekalipun dapat membuatnya hancur.

Pembukaan Digital sebagai Jalan Keluar

Pendekatan pembukaan digital menawarkan solusi atas keterbatasan fisik tersebut. Alih-alih membuka gulungan secara manual, peneliti memindai struktur internalnya dan merekonstruksi teks melalui komputasi.

Metode penyaringan berbasis XRF genggam mempercepat proses identifikasi. Peneliti tidak perlu memindai seluruh gulungan dengan teknologi mahal untuk mengetahui mana yang layak diprioritaskan.

Validasi melalui model gulungan yang dibakar menyerupai aslinya memastikan metode ini bekerja pada kondisi material yang mirip. Dengan begitu, hasil penyaringan dapat diandalkan sebelum analisis lebih mendalam dilakukan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index