McLaren Konfirmasi Bangun SUV Perdana, Pakai Platform Sendiri

McLaren Konfirmasi Bangun SUV Perdana, Pakai Platform Sendiri

PINDAIINDONESIA.COM — McLaren resmi mengumumkan rencana membangun SUV pertamanya dalam konferensi pers di markas Woking, Inggris. Model ini akan memakai platform dan mesin hybrid buatan McLaren sendiri, bukan hasil kerja sama dengan pabrikan lain. CEO Nick Collins menyebut investasi pemilik perusahaan mencapai 500 juta pound sterling atau sekitar USD 670 juta untuk membiayai ekspansi besar-besaran ini.

McLaren memastikan diri masuk ke segmen SUV yang selama ini menjadi celah di lini produknya. Langkah itu diumumkan langsung dalam konferensi pers di kantor pusat McLaren di Woking, Inggris, dengan CEO Nick Collins sebagai pembicara utama.

Investasi senilai 500 juta pound sterling dari pemilik perusahaan menjadi fondasi proyek ini. Dana tersebut tidak langsung dipakai membiayai SUV, melainkan untuk membangun pabrik baru di Inggris dan mengembangkan dua mesin hybrid anyar.

Pabrik Baru dan Mesin Hybrid Buatan Sendiri

McLaren Production Centre di Woking dan fasilitas manufaktur serat karbon di Yorkshire akan ditambah dengan pabrik baru di Inggris. Investasi itu juga mencakup pengembangan dua mesin hybrid, yang diperkirakan berkonfigurasi V-6 dan V-8.

Sejak 2011, seluruh mesin mobil jalan McLaren dipasok Ricardo. Kini McLaren ingin memproduksi mesinnya sendiri di rumah.

Perusahaan juga menargetkan merekrut 1.000 karyawan tambahan hingga 2032. Tenaga kerja bagian produksi akan digandakan sebagai persiapan lini model baru.

SUV McLaren Tidak Akan Berbagi Platform dengan Pabrikan Lain

Chief Operating Officer McLaren yang baru, Michael Straughan, menegaskan SUV ini akan berdiri di atas platform McLaren murni. Rencana itu berbeda dari pendekatan pendahulunya, Michael Leiters, yang sempat mencari mitra pengembangan.

"We want this to be a unique McLaren. The platform will be a McLaren platform," ujar Straughan kepada jurnalis.

Straughan menyebut SUV McLaren diproyeksikan sampai ke tangan pelanggan pada akhir dekade ini. Model tersebut akan memakai sistem hybrid rancangan McLaren sendiri.

Material Bodi Masih Jadi Pertanyaan Besar

McLaren belum memutuskan material struktur bodi SUV barunya. Serat karbon adalah DNA perusahaan, tapi Straughan mengakui ada tantangan teknis untuk mobil sebesar SUV.

"Our DNA is carbon fiber, but we are not committed to that at the moment, because we know there are challenges with a car as big as that. It would be aluminum if we couldn't make that work," kata Straughan.

Hingga kini belum ada mobil jalan empat pintu berbodi karbon di pasar. Bobot SUV hybrid besar membuat penghematan berat dari karbon berpotensi hanya marginal dibanding kompetitor.

Bersaing dengan Urus dan DBX, Bukan Purosangue

Straughan menyebut Lamborghini Urus dan Aston Martin DBX sebagai rival paling jelas bagi SUV McLaren. Keduanya disebutnya berada di konsep yang sama.

Saat ditanya soal Ferrari Purosangue, Straughan meragukan kesamaan konsep. Ia menyebut pendekatan Ferrari berbeda dari kompetitor lainnya dan meminta publik menunggu model styling McLaren.

Pernyataan itu mengisyaratkan SUV McLaren akan berbentuk SUV tinggi konvensional, bukan model rendah seperti Purosangue.

Rasio Tenaga terhadap Bobot Tetap Jadi Prioritas

Ditanya apakah SUV McLaren harus jadi yang teringan di kelasnya, Straughan memilih menyoroti metrik lain. Rasio tenaga terhadap bobot disebutnya selalu jadi hal krusial bagi McLaren.

"Power-to-weight ratio has always been incredibly important for McLaren. I don't think we'll let that go ever. But obviously with an SUV it brings in different attributes, which will be a first for us," ujarnya.

McLaren belum mengungkap nama, spesifikasi final, maupun harga SUV perdananya. Informasi lebih rinci diperkirakan menyusul seiring proyek pabrik dan mesin hybrid berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index