Saham Netflix Turun Hampir 5 Persen Usai Downgrade Wells Fargo

Sabtu, 19 September 2026 | 05:16:00 WIB

PINDAIINDONESIA.COM — Wells Fargo menurunkan peringkat saham Netflix menjadi underweight dengan target harga lebih rendah, memicu penurunan hampir 5 persen pada perdagangan Jumat. Analis Steven Cahall menyoroti tren engagement penonton yang dinilai mengkhawatirkan, terutama karena Netflix kekurangan serial orisinal besar. Laporan bertajuk "Engagement Risk" itu juga menyebut sejumlah opsi perbaikan yang dinilai tidak mudah.

Laporan analis Steven Cahall diberi judul "Engagement Risk". Isinya menyoroti tren keterlibatan penonton Netflix yang dinilai mulai bermasalah.

Pemicu Kekhawatiran Engagement

Wells Fargo mencatat posisi Netflix menurun dalam Nielsen Gauge. Daftar 100 judul teratas platform itu juga mengalami penurunan tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Engagement trends look worrying to us," tulis laporan tersebut. "TLDR: NFLX has lacked big original series & it's showing."

Menurut Wells Fargo, salah satu penyebabnya adalah strategi Netflix yang semakin agresif melawan YouTube. Perusahaan disebut memperbesar investasi di video podcast, kesepakatan dengan kreator, gim, dan sejumlah genre lain.

Opsi Perbaikan yang Dinilai Tak Mudah

Bank investasi itu meyakini Netflix masih bisa membalikkan keadaan. Namun mereka menilai perusahaan menghadapi "tougher choices ahead".

"Options incl a content spend reboot (takes time), licensing 3P content incl live sports (e.g. from FOXA, NBCU) and/or M&A…so a messier NFLX story," tulis Cahall.

Wells Fargo juga mengakui ada tiga titik di mana mereka bisa salah. Pertama, belanja konten Netflix berada di level rekor dan perusahaan berulang kali menghadirkan hit tak terduga. Kedua, slate internasional lebih sulit diprediksi dan berpotensi jadi upside. Ketiga, Netflix dinilai punya nilai bagus sehingga daya tarik harga dan marginnya bisa melampaui ekspektasi.

Intinya, Netflix perlu mengkalibrasi ulang alokasi belanja konten, memangkas kesepakatan olahraga dengan pihak ketiga, atau mencari akuisisi baru setelah kesepakatan dengan Warner Bros. gagal terwujud.

Tekanan di pasar saham ini menambah daftar tantangan Netflix di tengah persaingan streaming yang semakin ketat. Investor tampaknya menunggu langkah konkret perusahaan sebelum kembali memberi kepercayaan penuh.

Terkini