Gemini untuk Windows Meluncur, Copilot Microsoft Kalah Lengkap

Minggu, 20 September 2026 | 05:15:00 WIB
Gemini untuk Windows Meluncur, Copilot Microsoft Kalah Lengkap

PINDAIINDONESIA.COM — Google merilis aplikasi Gemini untuk Windows yang menggabungkan notebook, pembuatan gambar dan video, otomasi, serta layanan Google dalam satu jendela. Kehadirannya membuat Copilot terasa kurang ambisius meski Microsoft memiliki sistem operasinya sendiri. Google dinilai lebih dulu menghadirkan aplikasi AI all-in-one yang seharusnya digarap Microsoft.

Microsoft menguasai Windows, jadi Copilot semestinya punya keunggulan kandang. Kenyataannya, setelah mencoba aplikasi desktop Gemini, Copilot justru terasa seperti produk yang kurang berambisi.

Dua Aplikasi, Satu Kebingungan Strategi

Untuk urusan dasar, Gemini dan Copilot sama-sama mumpuni. Keduanya bisa menjawab pertanyaan umum, menjelaskan konsep, menulis ulang teks, melempar ide, atau meringkas bahan. Selisih kualitas untuk kueri AI sehari-hari tidak dramatis.

Masalah Copilot lebih pada arah produk yang tidak jelas. Sempat ada dua aplikasi Copilot terpisah di Windows, sebelum Microsoft menggabungkannya jadi satu. Pembersihan itu memang disambut baik.

Namun Microsoft kini menggarap pengalaman Copilot all-in-one lain. Langkah tersebut justru memperlihatkan betapa tidak konsistennya strategi Copilot selama ini.

Notebook Gemini Unggul Jauh

Perbedaan paling mencolok muncul saat membandingkan Notebook Gemini dengan Notebook Copilot. Gemini memberi keleluasaan lebih besar atas bahan yang bisa dimasukkan: video YouTube, file Markdown, hingga dokumen, semuanya bisa disusun jadi ruang riset utuh untuk satu topik.

Notebook Copilot terasa jauh lebih terbatas. Pengguna bisa menambah file dari OneDrive dan menempel tautan web, tapi pengalamannya cepat terasa sempit. Tidak ada opsi menarik seluruh notebook OneNote ke Copilot dengan sekali klik.

Kalau ingin memakai satu halaman OneNote sebagai sumber, pengguna harus menyalin tautannya dulu, lalu menempelkannya secara manual. Gemini juga menawarkan lebih banyak format keluaran setelah sumber terkumpul, seperti Video Overview dan presentasi.

Responsnya cepat dan terasa seperti lingkungan riset sungguhan, bukan sekadar tempat menumpuk file. Copilot Notebook menutupi kebutuhan dasar, tapi Notebook Gemini beberapa langkah di depan.

Pembuatan Gambar dan Video Lebih Matang

Pembuatan gambar jadi area lain tempat Gemini memimpin. Copilot bisa membuat gambar dan hasilnya lumayan untuk prompt sederhana. Gemini menawarkan perangkat kreatif lebih lengkap karena gambar dan video bisa dikerjakan dari aplikasi yang sama.

Selisihnya langsung terasa saat keduanya diberi prompt gambar kompleks. Keduanya diminta membuat meja kerja teknologi dengan beberapa elemen spesifik, termasuk sejumlah perangkat, aksesori, pencahayaan, dan instruksi penempatan yang rinci.

Copilot menghasilkan gambar yang bisa dipakai, tapi Gemini mengikuti prompt jauh lebih baik. Gemini menangkap detail kecil yang mudah terlewat dan menghasilkan gambar yang lebih dekat dengan bayangan penggunanya.

Hal ini penting bagi pengguna yang sering memakai generator gambar untuk konsep samar. Biasanya sudah ada tata letak atau visual spesifik di kepala, dan Gemini tampak lebih menghormati instruksi tersebut.

Integrasi Layanan Google Jadi Pembeda

Integrasi layanan Google adalah titik tempat Gemini benar-benar melesat. Pengguna Google Photos, Keep Notes, Tasks, dan Gmail bisa memanfaatkan ekosistem itu secara langsung.

Misalnya, Gemini bisa diminta menarik tiga foto teratas dari Sapa, Vietnam, membuat tugas baru di Google Tasks, menambah catatan di Keep Notes, sekaligus meringkas email di Gmail. Integrasi semacam itulah yang seharusnya dikuasai Copilot di Windows.

Nyatanya pengalaman Copilot masih terbatas. Pengguna hanya bisa bekerja dengan file Office yang tersimpan di OneDrive. Copilot tidak bisa diminta membuat halaman atau bagian baru di OneNote, atau menarik tugas dari Microsoft To Do.

Integrasi Microsoft sering terasa seperti fitur yang tersebar di masing-masing aplikasi, bukan satu asisten yang terhubung utuh.

Copilot Masih Harus Mengejar

Aplikasi Windows Gemini belum sempurna, tapi saat ini lebih dekat dengan gambaran ruang kerja AI all-in-one. Kombinasi notebook, otomasi, model Gemini yang mumpuni, dan integrasi layanan Google membuatnya layak dibiarkan terbuka sepanjang hari.

Microsoft jelas menuju arah yang sama lewat aplikasi super Copilot yang sedang disiapkan. Kalau Microsoft akhirnya bisa menyatukan Copilot, agen Microsoft 365, alat coding, dan fitur AI lain dengan benar, perbandingan ini bisa berubah total.

Untuk sekarang, Gemini masih di depan. Ironis memang, Google jadi pihak yang menunjukkan kepada Microsoft seperti apa aplikasi AI untuk Windows seharusnya dibangun.

Terkini